Minggu, 14 Agustus 2011

Hai Teman

Teman, saya memang tidak tau apa2 mengenai anda dan dia. Tapi saya tau apa yang dia rasakan tentang anda.
Hmmm well, dia yang bernotabene sahabat saya yang selalu menceritakan hal apapun *terlebih anda* membuat saya berhasrat untuk mengatakan semuanya kepada anda.
Bermula dari semua perhatian yang anda berikan, dia mulai membuka hatinya. Semakin banyak perhatian yang anda berikan semakin lebar hatinya terbuka dan akhirnya dia jatuh cinta kepada anda.
Semula semua baik-baik saja, dia yang selalu mengkhawatirkan perbedaan kalian berhasil anda yakinkan. Saya tidak tau apa yang anda katakan, sehingga dia benar2 merasa yakin kepada anda.
Tapi, setelah keadaan baik-baik saja semua berubah. Entah bagaimana ceritanya kalian seperti orang yang amnesia satu sama lain, mencoba menimbulkan rasa benci walaupun terpaksa. Saya tau itu, sangat tau ! Kepura-puraan kalian membuatku sedikit muak, terlebih kepada dia. Dia yang menutupi dukanya dengan tawa. Saya benci melihatnya seperti itu. Dia yang tiba-tiba teringat anda, dia yang tiba-tiba merindukan anda dan dia yang masih menyimpan anda sebagai kenangan yang indah. 
Mmmmm mungkin semua sudah mulai membaik, tapi kenapa amnesia kalian tidak kunjung membaik? Ayolah temaaan ! Perbaikilah semuanya. Mulailah untuk menjadi seperti biasa. Saya sudah pernah merasakan seperti kalian dan saya tau itu sakit dan miris. Tapi saya mencoba memperbaiki semuanya dan itu lebih menyenangkan daripada terjebak di keamnesiaan ini, berpura-pura tidak saling mengenal satu sama lain. 
Maaf jika saya terlalu mencampuri urusan anda dan dia. Tapi dia yang bernotabene sahabat saya tersiksa dengan keadaan kalian yang seperti ini.
Di sini saya selaku pihak yang tidak membela siapa2 memohon maaf sekali lagi atas posting ini. Terimakasih.