Kegiatan
reboisasi akhir-akhir ini digembor-gemborkan oleh Pemerintah, sudah sangat
jelas tujuannya agar paru-paru dunia dan keselamatan bumi kita tercinta ini
terjaga dari pemanasan global. Alam sudah mempunyai hukum sendiri, dan inilah akibatnya.
Penebangan pohon yang membabi buta, pembangunan gedung-gedung megah di tempat
resapan air hujan dan berbagai perusakan alam yang dilakukan tangan manusia
sendiri seperti senjata makan tuan, manusia pulalah yang merasakan dampak
besarnya. Banyak desa dan wilayah pelosok yang kekurangan air, kekeringan,
untuk mendapatkan satu ember air saja penduduk setempat harus rela berjalan
ribuan kilo dan mengantre ribuan menit. Sengsara memang. Beruntunglah di
akhir-akhir tahun seperti ini Tuhan masih mengirimkan hujan.
Tanpa kita
sadari kekurangan air dan kekeringan itu
juga tengah terjadi pada diri kita. Moral yang semakin terkikis, karakter
pemuda yang terbunuh oleh lagu-lagu cinta, dan maraknya petinggi negara yang
mengumpulkan kekayaan dengan berbagai cara membuat kita juga harus melakukan
reboisasi hati. Reboisasi ini dimaksudkan agar nilai moral, akhlak dan karakter
yang sudah gundul dapat tertanam kembali di hati manusia. Selain itu agar dapat
membasmi motto andai Gayus Tambunan dalam hati kita. Bukan dengan merusak alam
untuk mendapatkan materi berlebih, justru dengan menjada dan merawatnya
kelangsungan hidup kita akan terjaga. Penanaman kembali moral, akhlak dan
karakter ini sangat penting terlebih bagi penerus bangsa yang sudah terkontaminasi dengan tontonan dewasa di televisi dan
lagu-lagu cinta yang tidak layak mereka nikmati. Dengan adanya reboisasi ini
diharapkan para remaja dan dewasa mau dan mampu saling membantu untuk
menciptakan kembali kreativitas dan prestasi bangsa ini.
Reboisasi hati ini dapat dilakukan dengan
memperbanyak ibadah, menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap alam, mengisi
waktu dengan hal yang bermanfaat, mengurangi kebiasaan-kebiasaan buruk, dan
berbagai kegiatan baik lainnya yang dapat memberi manfaat bagi sekitar. Jika
hal ini terus-menerus maka sedikit demi sedikit hati kita akan hijau kembali.
Ingat, dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, apabila daging itu baik
maka baiklah seluruh anggota tubuhnya. Apabila daging itu buruk maka buruklah
anggota tubuhnya. Dan segumpal daging itu adalah hati.