Kamis, 13 Desember 2012

Reboisasi Hati



Kegiatan reboisasi akhir-akhir ini digembor-gemborkan oleh Pemerintah, sudah sangat jelas tujuannya agar paru-paru dunia dan keselamatan bumi kita tercinta ini terjaga dari pemanasan global. Alam sudah mempunyai hukum sendiri, dan inilah akibatnya. Penebangan pohon yang membabi buta, pembangunan gedung-gedung megah di tempat resapan air hujan dan berbagai perusakan alam yang dilakukan tangan manusia sendiri seperti senjata makan tuan, manusia pulalah yang merasakan dampak besarnya. Banyak desa dan wilayah pelosok yang kekurangan air, kekeringan, untuk mendapatkan satu ember air saja penduduk setempat harus rela berjalan ribuan kilo dan mengantre ribuan menit. Sengsara memang. Beruntunglah di akhir-akhir tahun seperti ini Tuhan masih mengirimkan hujan.
Tanpa kita sadari kekurangan air dan kekeringan itu juga tengah terjadi pada diri kita. Moral yang semakin terkikis, karakter pemuda yang terbunuh oleh lagu-lagu cinta, dan maraknya petinggi negara yang mengumpulkan kekayaan dengan berbagai cara membuat kita juga harus melakukan reboisasi hati. Reboisasi ini dimaksudkan agar nilai moral, akhlak dan karakter yang sudah gundul dapat tertanam kembali di hati manusia. Selain itu agar dapat membasmi motto andai Gayus Tambunan dalam hati kita. Bukan dengan merusak alam untuk mendapatkan materi berlebih, justru dengan menjada dan merawatnya kelangsungan hidup kita akan terjaga. Penanaman kembali moral, akhlak dan karakter ini sangat penting terlebih bagi penerus bangsa yang sudah terkontaminasi  dengan tontonan dewasa di televisi dan lagu-lagu cinta yang tidak layak mereka nikmati. Dengan adanya reboisasi ini diharapkan para remaja dan dewasa mau dan mampu saling membantu untuk menciptakan kembali kreativitas dan prestasi bangsa ini.
 Reboisasi hati ini dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap alam, mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat, mengurangi kebiasaan-kebiasaan buruk, dan berbagai kegiatan baik lainnya yang dapat memberi manfaat bagi sekitar. Jika hal ini terus-menerus maka sedikit demi sedikit hati kita akan hijau kembali. Ingat, dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, apabila daging itu baik maka baiklah seluruh anggota tubuhnya. Apabila daging itu buruk maka buruklah anggota tubuhnya. Dan segumpal daging itu adalah hati.