Bersyukurlah agar kamu bahagia.
Kalau masih belum bahagia berarti bersyukurmu belum ada bumbu ikhlasnya
Atau mungkin di sela syukurmu, kamu masih ada iri dengan standar kebahagiaan orang lain
Kalau kata orang jawa, sing tenang, woles sam. Semua sudah ada porsinya. Menurut baik-Nya kamu diberi rejeki untuk sekolah, si dia diberi rejeki untuk menikah, si anu diberi rejeki untuk mencari nafkah. Atau mungkin, sebaliknya. Lalu bagaimana bisa standar bahagia kita disamakan ?